GALAU THREAD

Gadis Pujaan


Saat pertama kali aku mengenalmu 4tahun yang lalu, kamu begitu mempesona dan anggun hingga aku sangat penasaran dengan sesosok dirimu. Dalam hatiku hanya sempat berkata "apakah ini calon pendampingku kelak ya Robb??". Setelah q mengenal dia dan jalan sama dia, tiba-tiba perasaan ini terasa beda banget. Aku merasakan kenyamanan dan kedamaian saat bersama dia. Gak kuat perasaan ini ku pendam lama-lama dan akhirnya Q ungkapin semua isi hatiku pada dia, dan dia meresponku dengan baik. Ternyata diam diam dia juga ada rasa sama aku. Akhirnya kita sepakat menjalin hubungan dan saling menjaga komitmen 1 sama yang lain.

Bertahun tahun q jalani hubungan ini sama dia dan tak ada rasa bosan sedikitpun sama dia, Serasa semakin hari semakin sayang dan cinta saja. Akhirnya aku bela-belain kenal ma keluarganya,ternyata pihak keluarganya merespon kehadiranku dengan baik, malah ibuk nya menitipkan anaknya pada ku seraya berkata "mas akid!!toloong jaga anakku baik-baik ya??tolong jauhin dia dari pergaulan temennya yg nggak baik, soalnya dia gampang banget terpengaruh dg temen mainnya." Langsung saya jawab "insya allah bu',saya akan ngejaga anak ibuk baik baik dan akan selalu mengawasi dan merhatiin anak ibuk, terima kasih karena ibuk sudah mempercayakan anak nya pada saya."

Setiap hari aku bersama dia dan selalu menemani disaat dia lagi sakit,susah,senang dll sebagainya. Karena aku sudah yakin dengan pilihanku, maka ku beranikan diri untuk q kenalin sama keluargaku, ternyata keluargaku juga merespon dengan baik. Yang terpenting masing-masing dari kita udah saling kenal keluarga 1 dg yg lainnya.

Q yakin kunci dari suatu hubungan adalah "kesetiaan dan kejujuran", itu merupakan point penting dalam menjalani hubungan agar bisa langgeng. Hubungan bisa dikatakan harmonis jika semuanya merasakan kenyamanan, apabila rasa nyaman itu sudah g ada atau hilang, mustahil hubungan itu akan langgeng.


Kisah Cinta Sejati

Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberikanku sebuah pengajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan seperti dalam novel-novel romantis, tetapi tetap bagiku ia adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari semua novela tersebut.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di sebuah majlis resepsi pernikahan dan kata ayahku dia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan. Saat itu dia tahu, inilah wanita yang akan dikahwininya. Ia menjadi kenyataan dan mereka telah bernikah selama 40 tahun dengan tiga orang anak. Aku anak sulung, telah berkahwin dan memberikan mereka dua orang cucu. Ibu bapaku hidup bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi ibu bapa yang sangat baik bagi kami, membimbing kami dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Beberapa jiran kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasaraya yang menjual alat-alat keperluan rumah tangga. Mereka mengatakan hari pembukaan adalah waktu terbaik untuk berbelanja barang keperluan kerana barang sangat murah dengan kualiti yang berpatutan.
Tapi ibuku menolaknya kerana ayahku sebentar lagi akan pulang dari kerja. Kata ibuku,”Ibu tak akan pernah meninggalkan ayahmu sendirian”.
Perkara itu yang selalu ditegaskan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita, aku wajib bersikap baik terhadap suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sihat mahupun sakit. Seorang wanita harus menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu. Menurut mereka, itu hanyalah lafaz janji pernikahan, omongan kosong belaka. Tapi aku tetap mempercayai nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami sekeluarga mengalami berita duka. Setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Doktor mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dia harus menghabiskan sisa hidupnya di pembaringan.
Ayahku, seorang lelaki yang masih sihat di usia tuanya. Tetapi dia tetap setia merawat ibuku, menyuapinya, bercerita segala hal dan membisikkan kata-kata cinta pada ibu. Ayahku tak pernah meninggalkannya. Selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya. Ayahku pernah mengilatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan hodoh sekali”.
Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.
Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”
Aku menggeleng, dan ibuku berkata, “Kerana aku tak pernah meninggalkannya…”
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan Ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggungjawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.

Masa Lalu

Masa lalu hanya sebuah kenangan yang akan kita simpan buat selamanya, hanya rasa penyesalan yang ada ketika kita belum berhasil menggapainya. Tiap orang punya planning buat melangkah ke depan, itu sangat menentukan nasib masa depan kita. Semua yang terjadi dulu merupakan pelajaran yang sangat mahal bagi hidup kita, jika kita kurang beruntung di masa lalu, segera kita tingkatkan usaha kita kelak mendatang. Dan jika sebaliknya,klo kita sudah memperoleh keberuntungan di masa lalu, sebaiknya di masa mendatang kita harus meningkatkan untuk lebih baik dari masa lalu. 
Disini saya ingin mengupas tuntas perjalanan masa lalu saya mulai dari awal lulus SMA, hingga menjelang bangku kuliah. Dulu setelah lulus SMA, sya bergegas langsung berangkat ke Yogyakarta, karena saya yakin saya bisa sukses menggapai pendidikan disana, karena Jogja merupakan "Kota Pelajar". Banyak calon mahasiswa yang ingin sekali melanjutkan kuliah disana baik Negeri maupun Swasta, termasuk saya pribadi yang ingin menimba ilmu di Kota Pelajar tersebut. Yang pertama saya lakukan adalah mengikuti Bimbel buat masuk sekolah STAN, karena semua tau klo itu Sekolah ikatan dinas yang saingannya ribuan orang. Saya punya motivasi tinggi untuk masuk disana, karena didorong oleh kakak saya yang alumni STAN Jogja. Saya tidak bergantung pada STAN saja,karena saya yakin peluang saya sangat sulit untuk diterima disana. Lalu saya memutuskan untuk ikut SNMPTN, dan waktu itu saya tertarik untuk kuliah jurusan "Informatika". Sebulan setelah ujian STAN & SNMPTN saya menunggu hasilnya dan ternyata saya belum lolos keduanya. dan saya memutuskan untuk mencari sekolah yang khusus untuk jurusan"Teknik Informatika". Tibalah saya ke salah satu kampus swasta di Jogja yang bernama ":STMIK" lalu saya masuk dan mengambil jurusan Teknik Informatika. Setahun kuliah disana saya sangat enjoy dengan materi kuliahnya, sehingga nilai mata kuliah saya hasilnya sangat memuaskan hingga 6 semester. Tapi setelah tahun 2009 itu semangat kuliah saya mulai redup dan alhasil semua mata kuliah saya nilainya keteteran. 

Banyak waktu saya yang hanya aku gunakan untuk senang-senang dan kluyuran gak jelas. Mulai dari sering nongkrong, mbojo hingga makan tidur mulu kegiatan saya selama 1 tahun itu. Padahal saya udah dapet ultimatum dari keluarga,kalo saya harus menyelesaikan studi saya tepat 4th / 8smster. Sedangkan sampai 8 semester itu saya blom juga ambil skripsi. Alhasil demi membiayai kuliah dan biaya hidup saya memutuskan untuk bekerja. Mulai jadi operator gamenet sampai jadi teknisi di sebuah toko komputer, itu saya lakukan hanya demi membiayai hidup saya selama di Jogja. 

Setelah sudah cukup lama seya bekerja ternyata hasilnya nol, alias buyarr smua kuliah saya keteteran dan saya putuskan untuk ambil cuti selama 2th, dengan alasan yang tidak jelas. Saya sngat malu sama keluarga terutama Alm. Ayah saya yang sangat saya banggakan. Hingga tibalah saya di ujung tahun 2012, akhirnya saya putuskan untuk kembali ke rumah dengan predikat pengangguran, ijasah sarjana pun tak ada. Selama di rumah saya dapet wanti2 dari ibu' saya untuk berdiam diri dirumah sejenak, melupakan semua masalah saya disna dan disuruh memulai hidup baru di kota kelahiran ini. Kesialanku pun tak lantas berhenti begitu saja, baru 2 hari di rumah adik saya yang paling kecil kambuh lagi penyakitnya. Saya sangat sedih jika mengingat penyakit Alm. adik saya ini, anak masih sekecil itu yang baru berumur 13th sudah menderita penyakit yang tidak wajar, yakni "Tumor Otak" betapa syoknya semua keluargaku mendengar penyakit itu. Kemaren sempet diRawat inap di Puskesmas, terus rujuk lagi ke RSI Rembang, terus dirujuk lagi ke RSUD Rembang selama rawat inap semingguan disna, kondisi adik saya lumayan membaik, tapi Dokter spesialis syaraf menyarankan untuk diRujuk lagi supaya mendapatkan pelayanan yang lebih baik lagi, alhasil keluarga sepakat untuk kembali dirujuk tapi ke RS.Moewardi Solo. Hampir seminggu dirawat disana, pasca operasi pembedahan saluran selang yang menghubungkan kePusat tumor hingga ke organ kelamin adik saya. Tapi Allah SWT berkehandak lain, tepat pukul 20.30 WIB tanggal 26 November 2012, adik saya menghembuskan nafas terkhirnya dRS.Moewardi Solo. Betapa sedih dan kehilangannya kami dan kluarga semua. Karena adik saya yang bernama "Mohammad Akhlis Arbabul Lubab" adalah sosok yang sangat pintar, religius dan pandai sholat&ngaji nya. Semua keluarga merasa sangat kehilangan, terutama ibuk saya yang selalu menemani alm di rumah. Tapi saya juga bersyukur selama diRS saya yang selalu menemani alm dan selalu mengajak dia bercanda,ketawa dan ngobrol. Padahal saya sangat yakin akan kesembuhan adik saya, tapi Allah berkehendak lain dan kami harus menerima itu semua. toh disna akhlis ada yang jaga yakni Alm Ayah saya dan Alm adik saya yang cewek, kakak perempuan dr akhlis. 

Mulai sekarang saya berkomitmen pada diri saya sendiri saya ingin tetap di rumah selamanya dan ingin menjaga ibuk saya, smeoga saya selalu diberkahi oleh Allah SWT. Meskipun saya masih menganggur dirumah sekarang,saya masih optimis untuk bisa sukses di masa mendatang, saya ingin melanjutkan kuliah saya yang tinggal skripsi itu di rumah,dan ingin melanjutkan kuliah diPati dengan cara transfer antar kampus. 
Saya optimis di masa depan, dan saya juga jadikan masa lalu saya sebagai pelajaran paling berharga buat hidup saya. Semoga Allah senantiasa membukakan jalan-Nya kepada Hamba, amien ya robbal'alamien...
Sukses selalu buat kalian dan terima kasih.


"Selamat Jalan wahai adikku tersayang, senyum ceriamu selalu mewarnai hidupku"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar